Liputan Megan dan Aku – Habibie Festival

habibieBagaimana kemajuan teknologi Indonesia? Berbicara tentang teknologi tak akan lepas dari peran besar mantan presiden ketiga Republik Indonesia, Bapak B.J. Habibie. Ya, teman-teman Syifa harus tahu, bahwa Pak Habibie dikenal kepakaran atau kepandaiannya di bidang teknologi.

Bapak Profesor DR. Ing. Bachruddin Jusuf Habibie dikenal sebagai ahli pesawat terbang yang dimiliki Indonesia. Beliau merintis beberapa industri, termasuk industri dirgantara. Dengan arahan Bapak Habibie bangsa Indonesia mampu membuat sendiri pesawat, diantaranya N250, N2130, dan N219. Meski sempat terhenti karena terjadi krisis ekonomi tahun 1998, Pak Habibie terus berusaha menghidupkan kembali industri penerbangan Indonesia.

bangsa Indonesia mampu membuat pesawat TERBANG SENDIRI

Nah, dalam rangka peringatan ulang tahun Pak Habibie yang ke-80 tahun dan mengenal andil beliau terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia digelar Habibie Festival. Pameran yang berlangsung tanggal 11-14 Agustus 2016 diadakan di Museum Nasional.

Festival yang banyak sekali didatangi pengunjung ini juga bertujuan mengenalkan kepada masyarakat perkembangan terakhir bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada ajang Habibie Festival ini ada pameran pesawat N250, pameran kendaraan tempur, pameran robotik. Ada juga pemutaran film tentang Bapak B.J. Habibie, mengenal luar angkasa di planetarium mini, percobaan-percobaan sains di Da Vinci Learning, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

Di hari Minggu kemarin ini adalah hari terakhir festival ini. Pengunjung yang datang banyaaak sekali. Teman-teman Syifa antusias dan senang melihat pameran-pameran. Malah ada yang mencoba naik kendaraan tempur dan pesawat terbang N250.

Sayang, acaranya sudah berakhir. Tapi bagi teman-teman Syifa yang berada di luar Jakarta, bisa melihat sekilas dari foto-foto berikut ini.

Pak B.J. Habibie ketika muda dulu, sedang mencoba di dalam pesawat buatan bangsa Indonesia.
Pak B.J. Habibie ketika muda dulu, sedang mencoba di dalam pesawat buatan bangsa Indonesia.
Tenda Da Vinci Learning penuh teman-teman yang senang melakukan percobaan sains.
Tenda Da Vinci Learning penuh teman-teman yang senang melakukan percobaan sains.
Wah, replika kapal laut pun menarik perhatian, ya?
Wah, replika kapal laut pun menarik perhatian, ya?
Stand robotik juga banyak dikunjungi anak-anak yang penasaran dengan robot mirip kalajengking.
Stand robotik juga banyak dikunjungi anak-anak yang penasaran dengan robot mirip kalajengking.
Banyak sekali yang antri ingin melihat kabin pesawat N250.
Banyak sekali yang antri ingin melihat kabin pesawat N250.
Eh, ada yang ingin tahu roda kendaraan tempur. Ada juga yang berfoto. Seru, ya?
Eh, ada yang ingin tahu roda kendaraan tempur. Ada juga yang berfoto. Seru, ya?

Liputan Gerhana Matahari Total

image2

Halo, teman Syifa! Bagaimana pengalaman teman-teman saat terjadi Gerhana Matahari Total tanggal 9 Maret kemarin?

Sempat menyaksikan di luar rumah dengan menggunakan kacamata khusus, atau menonton siarannya dari televisi?

Di tanggal 9 Maret kemarin, Syifa datang ke Planetarium di Jalan Cikini Raya. Wah, meski Syifa berangkat dari rumah sehabis Subuh, ternyata orang-orang sudah menyemut berkumpul di depan pintu masuk Planetarium. Mereka ingin mendapatkan kacamata khusus untuk melihat Gerhana Matahari Total secara langsung. Namun, karena orang yang datang jauh lebih banyak dari perkiraan, banyak yang tidak kebagian. Tetapi mereka tidak kecil hati. Bagi yang tidak dapat melihat secara langsung, bisa melihat tayangannya di lobi Planetarium yang nyaman, yang yang direlay secara langsung dari Palu.

Syifa sempat berkenalan dengan seorang anak perempuan, Nadine namanya. Dia datang bersama ayah ibunya. Sejak jam 4.30 sudah sampai di Planetarium. Sampai-sampai mereka shalat Subuh di mushola Planetarium. Meski datang pagi-pagi sekali, Nadine tidak kebagian kacamata khusus gerhana. Karenanya Nadine dan ayah ibunya menyaksikan gerhana di layar besar yang disediakan di lobi.

Foto:

liputan1
Menyaksikan Gerhana Matahari Total di lobi Planetarium bersama-sama, sangat menyenangkan lho! Ada Kakak Pemandu yang menjelaskan proses terjadinya gerhana.
liputan2
Ini layarnya cukup besar, dan jelas dilihat.
liputan3
Sementara itu, di luar Planetarium bagi masyarakat yang menggunakan kacamata khusus bisa menyaksikan gerhana secara langsung ke arah Matahari.

Sekilas Tentang Megan dan Aku

image1

Syifa adalah seorang anak tunggal yang ingin sekali memiliki teman. Dia memimpikan memelihara seekor anjing atau kucing yang bisa menemaninya di rumah. Namun, tinggal di lantai sembilan sebuah apartemen membuat mimpinya sirna.

Peraturan di apartemen melarang penghuni memelihara binatang seperti anjing atau kucing.Mimpinya untuk memiliki binatang peliharaan akhirnya menjadi kenyataan setelah saudara sepupunya menghadiahkan seekor kura-kura Brazil mungil yang lucu. Sekejap berjumpa Megan, nama itu yang diberikannya untuk kura-kura hijau kecil itu, Syifa langsungjatuh cinta. Sejak itu hidupnya menjadi penuh warna dan semakin ceria.